Senin, 22 April 2019

WORKSHOP METODOLOGI AUDIT FORENSIK

Bangkalan, 12 April 2019
By: Bpk. Ruchiyat

    

 Baik untuk pertama adalah mengenai metodologi audit forensik, sebagai anak Akuntansi saya sangat senang dapat mengikuti workshop metodologi audit forensik secara gratis wkwkwk, sungguh tema yang menarik.
Selamat membaca,
    Audit forensik terdiri dari dua kata yakni audit dan forensik,  Audit berarti pemeriksaan yakni pemeriksaan secara mendalam apakah telah sesuai dengan standar akuntansi keungan yang berlaku serta SOP pada perusahaan tersebut. Selain itu audit dapat berarti membandingkan rencana dengan kriteria realisasi suatu perusahaan atau suatu instansi.
Pada dasarnya objek yang diperiksa adalah laporan keuangan. Sedangkan forensik secara terminologi merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains, jadi audit forensik adalah suatu pendekatan khusus dalam menelisik ada atau tidaknya kecurangan dengan tujuan mengungkap keberadaan fraud (kecurangan yang disengaja untuk menghilangkan harta/uang dll).
     Kenapa fraud dapat terjadi?
Ada beberapa teori yang menyatakan penyebab dari adanya fraud yakni karena adanya tekanan dan peluang. Peluang terhadap sistem pengendalian yang lemah atau sistem pengendalian internal sudah ada dan berlaku namun yang bersangkutan bersikap acuh. Teori GONE yang di kemukakan oleh Jack Bologne tentang penyebab fraud menyatakan bahwa terdapat 4 penyebab terjadinya fraud kemudian di rancang dengan istilah GONE yakni,
G = reeds (Keserakahan). Fitrah manusia memang tidak mudah puas dan sampai kapanpun tidak akan pernah merasa puas. Mungkin pernyataan tersebut merupakan kalimat konotasi negative untuk manusia, dari ketidakpuasan itu manusia dapat berperilaku serakah apapun ia lakukan demi kepuasannya. Dalam hal ini adalah keserakahan memicu manusia melakukan fraud untuk memenuhi kemewahan hidupnya.
O = pportunity (kesempatan). Kesempatan atau peluang dapat memicu terjadinya fraud. Sistem pengendalian suatu perusahaan atau instansi yang lemah.
N = eeds (kebutuhan). Kebutuhan manusia terbagi menjadi beberapa bagian yakni kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan inti manusia seperti sandang, pangan dan papan hal itu harus terpenuhi untuk keberlangsungan hidup setiap manusia. Disisi lain ada kebutuhan sekunder dan tersier yang dianggap tidak begitu penting bagi setiap manusia namun seiring perkembangan zaman teknologi, gaya hidup dan lain sebagainya kebutuhan sekunder dan tersier seakan menjadi sebuah keharusan sehingga apapun akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut salah satunya dengan melakukan fraud.
E = xposure (pengungkapan). Pengungkapan yang kurang tegas dan tidak ada efek jera yang berarti terhadap tindakan fraud  yang dilakukan oleh individu, membuat individu – individu tersebut tidak takut untuk melakukan tindakan fraud. Korupsi 10T dengan hukuman penjara 5 tahun misalnya, sangat tidak berdampak apapun pada pelaku dibandingkan dengan uang yang ia dapatkan.
   Beberapa hasil penelitian mengatakan tindakan fraud terbagi menjadi 3 sub yakni, kecurangan terhadap laporan keuangan, pencurian harta dan korupsi. Kecurangan terhadap laporan keuangan menjadi fraud yang memberi dampak kerugian terbesar, $800.000 muskipun jumlah kasus yang terjadi masih sedikit yaitu 10% hal ini dapat terjadi karena kecurangan laporan keuangan hanya bisa dilakukan oleh individu yang kompeten dibidang akuntansi yakni para praktisi yang ahli di bidangnya tidak bisa sembarang orang, oleh karena itu kecurangan laporan keuangan sedikit terjadi namun berdampak pada kerugian yang cukup besar bagi negara.
    Sub yang kedua adalah pencurian harta. Tindakan fraud pencurian harta merupakan kebalikan dari kecurangan terhadap laporan keuangan, yakni memberi dampak kerugian yang paling sedikit $114.000 namun kasus yang terjadi sangat banyak 89% hal ini disebabkan oleh pelaku yang bisa dilakukan oleh siapa saja bukan individu yang ahli di bidangnya, semua orang dapat melakukannya.
     Kemudian adalah korupsi, aktivitas kejahatan yang lumrah di telinga kita. Korupsi menjadi penengah antara kecurangan terhadap laporan keuangan dan pencurian harta, dampak kerugian korupsi sekitar $250.000. Pelaku tindakan fraud korupsi berasal dari individu – individu yang memiliki jabatan dari yang tertinggi dan terendah oleh karena itu hampir semua orang dapat melakukannya.
[To Be Continued]